Pupuk #3

(BAGIAN 3)
CARA PEMUPUKAN

Pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa cara, pada umumnya dengan cara di tabur di atas media, ditimbun dalam media tanam, ditampung dalam netpot, disiramkan ke media tanam atau disemprotkan langsung ke bagian tanaman (pupuk cair).

Masing masing cara pemupukan tersebut memiliki alasan masing masing.

  1. Pupuk Padat.
    Biasanya pupuk padat diaplikasikan dengan cara ditabur di atas permukaan media tanam, dicampurkan dengan menimbun ke dalam media tanam ataupun ditampung dalam sebuah netpot.
    Untuk pupuk padat yang berupa media tanam hasil pengolahan limbah organik, tentunya pupik sudah tercampur merata dengan media tanam. Sedangkan pupuk butiran, biasanya dilakukan dengan menimbun ataupun menaburkannya di atas media tanam. Pilihannya dengan asumsi bahwa akar memiliki mekanisme pencarian sumber makanan dengan berusaha tumbuh mengikuti lokasi dimana terdapat makanan/unsur hara. Inilah alasan, kenapa dianjurkan memupuk dengan memberi jarak tertentu di sekeliling batang utama. Agar akar tumbuh menyebar seiring usahanya mencari makanan di dalam tanah. Sedangkan alasan menampung dalam wadah Netpot, adalah agar pupuk tidak langsung larut dan hanyut terbawa air ketika proses penyiraman. Biasanya diterapkan pada jenis pupuk padat butiran yang bersifat fast release agar berubah menjadi slow release (proses pelepasan unsur hara secara perlahan dan bertahap).
  2. Pupuk cair.
    Untuk jenis pupuk berupa cairan, pengaplikasian dilakukan dengan menyiramkan langsung pada media tanam atau dengan menyemprotkan ke seluruh bagian tanaman, terutama bagian bawah daun dimana terdapat stomata atau mulut daun.

Pupuk #2

PUPUK

(BAGIAN 2)
JENIS JENIS PUPUK.

  1. Berdasarkan bahan dan proses pembuatannya:
  • pupuk kimia, dibuat dengan proses sintesa kimia dari bahan bahan kimia sintetik. Misalnya urea, NPK, phospat, TSP, dsb.
  • Pupuk organik, dibuat dari bahan bahan organik. Bahan bahan organik dari bagian tumbuhan (daun, kulit, buah), sisa dekomposisi (limbah sampah organik) maupun hasil fermentasi.
    Pupuk organik dapat berbentuk padat (kompos, granul) maupun berbentuk cair.
  1. Berdasarkan fungsinya, pupuk dapat dibedakan menjadi:
  • pupuk daun
    -pupuk bunga
    -pupuk buah
  1. Berdasarkan kandungannya
    -Pupuk tunggal, hanya mengandung satu senyawa makro penting dengan fungsi yg juga tunggal, misalnya Pupuk daun, dengan unsur hara makro Nitrogen, misalnya pupuk urea, pupuk bunga dan buah dengan unsur hara makro Kalium, misalnya Kcl, atau pupuk Posphat d3ngan unsur utama hata makro P.
  • Pupuk majemuk, dengan unsur hara lengkap, d3ngan perbandingan berbeda menurut kebutuhan/fungsinya. Contohnya pupuk NPK. Biasanya tertulis dikemasan dengan angka deretan 3 angka rasio seperti 17-10-13, 10-10-10.
    Maksud dari deretan angka tersebut adalah rasio perbandingan unsur N-P-K yg terkandung di dalamnya.
    Jika membutuhkan pupuk daun, karena tahap pertumbuhan maka butuh unsur N tinggi, maka pilihlah angkabpertama yg paling tinggi misalnya 17-10-13.
    Jika butuh pupuk bunga, maka pilih angka N rendah, dengan angka Kalium tinggi (angka terakhir..misalnya 10-10-21.

Pupuk

PUPUK

(BAGIAN 1)
APAKAH TANAMAN BUTUH PUPUK???

Pertanyaan yang selalu menjadi bahan diskusi di awal kita belajar mengenai tanaman. Jawaban sederhananya adalah BUTUH.
Mengapa tanaman butuh pupuk? Karena pupuk ibarat makanan bergizi. Dan makanan bergizi bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.
Kemudian, keraguan muncul lagi: Pohon yang tumbuh di alam tidak ada yang memberinya pupuk. Faktanya mereka tetap tumbuh subur.
Untuk menjawabnya tentu tidaklah sederhana. Mari kita kupas satu persatu.
Perhatikan pohon pohon yang tumbuh di alam. Mereka tumbuh berdasarkan jenis dan kekerabatannya di tempat tempat yang berbeda menurut kondisi alam tempatnya tumbuh. Jenis jenis pohon yang tumbuh di belahan bumi utara akan berbeda dengan yang tumbuh di belahan bumi selatan. Di ketinggian dengan di pesisir. Di iklim sedang, sub tropis dan tropis. Di iklim yang nyaman maupun di lokasi beriklim ekstrim. Di padang gurun, padang steppa, belukar, maupun hutan rimba. Di tanah berpasir, berbatu, berair, berkapur, lumpur, rawa rawa ataupun tanah gambut.

Dari perbedaan jenis pohon yang tumbuh di lahan dengan perbedaan kondisi tanah, menunjukkan bahwa pohon itu membutuhkan syarat kondisi ideal agar mampu tumbuh dengan baik. Sebaliknya, pohon tidak akan tumbuh baik jika syarat kondisi idealnya tidak terpenuhi.
Syarat ideal pertumbuhan seperti apakah yang dibutuhkan oleh tumbuhan?
Para peneliti melalukan penelitian dengan mempelajari komposisi media/ tanah: morfologi dan fisiologi tanah (bentuk butiran, karakter, unsur pembentukan campurannya, dsb), serta sisi kimiawi (keasaman/Ph, senyawa yg terkandung di dalamnya, dsb).

Kita lewati tahap penelitian tersebut karena terlalu panjang prosesnya. Namun yang bisa kita simpulkan dari proses tersebut adalah bahwa setiap tumbuhan membutuhkan syarat kondisi tertentu agar mampu tumbuh ideal.
Mereka tumbuh berdasarkan seleksi alam. Jenis jenis pohon yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tempatnya tumbuh akan tetap bertahan, yang tidak sesuai akan mati.
Itulah sebabnya ada jenis pohon yang banyak tumbuh di pegunungan, namun tidak tumbuh baik di pesisir, dan sebaliknya.
Ada tumbuhan yang mampu bertahan di keringnya tanah padang pasir, dan ada tumbuhan yang tahan tumbuh berendam di air asin. Tumbuhan tertentu akan tumbuh subur di tempat yang memiliki iklim yg sesuai dengan tanah tempatnya tumbuh yg memiliki unsur hara yang cocok utk pertumbuhannya

Nah, bagaimana kemudian ketika pohon tertentu kita tanam di kebun, pekarangan atau dalam pot. Bagaimana agar pohon tersebut dapat tumbuh ideal layaknya mereka tumbuh di alam?
Tentunya harus diusahakan kondisi lingkungan (iklim, cuaca, curah hujan, paparan cahaya matahari), dan kandungan media tanam bisa menyerupai bagaimana kondisi di alam liar tempatnya tumbuh.
Usaha inilah yang mengarahkan kita utk menyesuaikan kondisi tersebut misalnya membangun green house utk penyesuaian kondisi iklim, cuaca, suhu udara, kelembaban, dan paparan cahaya matahari. Media tanam juga menyesuaikan morfologi tanah (padat, gembur, berpasir, dsb), juga kimiawinya (asam, basa, unsur hara makro maupun mikro) dengan mengolah media tanam dan menambahkan unsur hara/pemupukan yang sesuai.

JADI, dari paparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa tanaman butuh pupuk, untuk memperoleh makanan bergizi seperti halnya ketika dia tumbuh di alam tempat aslinya tumbuh. Dan karena tanaman tersebut kita paksa tanam di tempat kita yang bukan tempat tumbuh aslinya, maka penyesuaian kondisi lingkungan dan media tanam tempatnya tumbuh, terutama bila ditanam dalam pot, harus dilakukan dengan memberikan unsur hara yang tepat melalui pemupukan.

Jenis jenis anggrek yang populer di Indonesia

Tanaman hias anggrek merupakan tanaman hias bunga populer lainnya selain bunga mawar. Walaupun harga bunga anggrek umumnya terbilang jauh lebih mahal dibandingkan bunga mawar, tetap tidak mengurangi eksistensinya dalam menghiasi ruangan, halaman, kebun, dan tempat lain di sekitar rumah. Anggrek merupakan tanaman tipe epifit yang biasanya menempel tumbuhan lain, namun ada beberapa spesies bunga anggrek yang bisa hidup mandiri di tanah atau pot. Ada banyak anggrek yang berasal dan hanya bisa hidup di Indonesia. Semuanya memiliki karakteristik dan warnanya tersendiri. Berikut beberapa contoh bunga anggrek asal Indonesia beserta karakteristiknya.

Tanaman Hias Anggrek Asal Indonesia Beserta Karakteristiknya

Bunga Anggrek Bulan

bunga-anggrek-bulan

Tanaman hias anggrek yang pertama dan paling populer di Indonesia sebagai tanaman hias dalam ruangan atau sekitar rumah adalah bunga Anggrek Bulan. Anggrek Bulan memiliki kelopak yang lebar dan berwarna putih bersih. Bunga anggrek ini juga memiliki akar berbentuk bulat yang berwarna putih juga dengan daun-daun memanjang berwarna hijau muda. Bentuk kelopak bunganya yang lebar dan warnanya yang putih bersih sungguh memancarkan sisi keanggunan tersendiri. Tidak hanya itu, Anggrek bulan juga menghasilkan aroma wangi yang khas sehingga cocok digunakan untuk interior ruangan. Keanggunan dan kecantikan bunga anggrek Bulan menjadikannya salah satu Puspa Pesona Indonesia. Puspa Pesona merupakan sebutan untuk bunga nasional Indonesia seperti melati. Jika ingin menanam anggrek bulan di rumah Anda, silahkan baca artikel kami tentang cara menanam dan merawat anggrek bulan.

Bunga Anggrek Sendok

anggrek-sendok

Jenis bunga anggrek yang selanjutnya adalah Bunga Anggrek Sendok. Anggrek Sendok memiliki nama latin Spathoglottis zurea. Walaupun bunga ini dinamai Anggrek Sendok, tetapi bentuk bunganya tidak menyerupai sendok. Bunga Anggrek ini memiliki 5 kelopak bunga yang besar dan lebar sehingga lebih mirip seperti bintang. Bunga sendok ini didominasi oleh warna kuning muda pada bagian kelopak dengan beberapa sentuhan warna putih. Petalnya berwarna putih dan dihiasi oleh bintik-bintik kecil berwarna merah. Bunga Anggrek Sendok berwarna kuning ini bisa memberikan rasa nyaman dan tenang bagi siapapun yang memandangnya sehingga cocok untuk ruangan rumah.

Bunga Anggrek Kelip

anggrek-kelip

Bunga anggrek cantik asal Indonesia selanjutnya adalah bunga Anggrek Kelip. Bunga yang bernama latin Phalaenopsis violacea ini memiliki kelebihan yang terletak pada aroma bunganya dibandingkan dengan jenis anggrek lainnya. Secara fisik, bunga anggrek kelip ini mirip dengan bunga melati dalam ukuran besar. Bunga anggrek kelip ini memiliki 5 buah kelopak bunga berbentuk bintang dengan dominasi warna putih serta sentuhan warna kuning kehijauan di ujung kelopaknya. Layaknya bunga melati, Anggrek Kelip ini juga mengeluarkan aroma yang sangat harum dan khas. Anda bisa menanamnya di halaman depan sehingga Anda bisa mencium aroma yang sangat wangi dan menyegarkan setiap pagi.

Bunga Anggrek Dendrobium

anggrek-dendrobium

Jenis bunga anggrek yang terakhir adalah bunga anggrek Dendrobium. Anggrek Dendrobium menjadi tanaman hias anggrek terpopuler kedua setelah anggrek bulan. Bunga anggrek Dendrobium hidup dengan cara menumpang tanaman lain (epifit). Bunga anggrek cantik ini memiliki sepal yang berbentuk seperti segitiga dengan kaki kolom yang menyatu dengan dasarnya sehingga membentuk taji. Bunga anggrek ini juga tergolong rajin berbunga dibandingkan dengan jenis bunga anggrek lainnya. Bunga anggrek ini mampu bertahan hingga 2 minggu lamanya.

Nah, bagi Anda yang belum memiliki tanaman anggrek di rumah, jangan khawatir 🙂 Di bibitbunga.com juga tersedia berbagai macam bibit tanaman anggrek yang dapat Anda jadikan sebagai referensi untuk Anda tanam di rumah. Lihat yuk aneka tanamannya disini 😉KATEGORI

Cara menanam anggrek

9 Cara Mudah Menanam Anggrek Bulan Di Rumah
Di kalangan pecinta anggrek, nama anggrek bulan tentu sangat tidak asing. Ternyata, cara menanam anggrek ini cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah, lo!

Anggrek bulan diberi julukan puspa pesona yang merupakan salah satu dari tiga bunga nasional Indonesia sesuai Keputusan Presiden Nomor 4/1993.

Kelopak bunga dari anggrek ini umumnya berwarna putih, tapi juga ada beberapa warna lainnya yang juga tak kalah menarik.

Pada dasarnya, merawat anggrek bisa dibilang susah-susah gampang, karena tanaman ini membutuhkan kondisi tumbuh yang tepat agar rajin berbunga.

Perlu kamu ketahui bahwa ada dua jenis anggrek, yaitu anggrek epiphyt yang hidup menempel pada tanaman lain dan anggrek terrestris yang hidup pada tanah.

Untuk menanam anggrek ini, kamu bisa menggunakan pot biasa karena anggrek ini termasuk jenis anggrek terrestris.

Simak cara menanamnya, yuk!

Cara Menanam Anggrek Bulan
menanam anggrek bulan
sumber: hgtv.com

  1. Pemilihan Bibit
    Langkah ini berlaku untuk setiap penanaman jenis tumbuhan, karena bibit yang baik akan menentukan kualitas tumbuhan tersebut ke depannya.

Sama halnya dengan anggrek, kamu harus tahu seperti apa kriteria bibit anggrek yang baik.

Berikut kriteria bibit anggrek yang baik:

Berusia 1 tahun
Memiliki daun dan akar yang baik
Bibit tersebut kemudian ditanam ke dalam wadah plastik selama 3 bulan, lalu dipindahkan ke dalam pot kecil berdiameter 6-12 cm

Selama proses pembibitan, kamu harus memberikan pupuk organik secara rutin dan benar agar bibit tumbuh maksimal.

Baca Juga:

12 Daftar Nama Bunga yang Mudah Dirawat di Rumah | Lengkap dengan Cara Menanam!

  1. Tanam di Tempat yang Benar
    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, menanam anggrek bulan bisa dibilang susah-susah gampang.

Gampangnya, anggrek ini tidak memerlukan sinar matahari yang banyak hanya sekitar 20% per hari.

Kamu bisa menempatkan anggrek ini di tempat yang teduh seperti di bawah pohon rindang, digantung di atap teras, atau di teras rumah.

bibit anggrek bulan
sumber: pixelbali.com

  1. Atur Ketinggian Pot Anggrek
    Ketinggian lokasi penanaman adalah hal yang perlu kamu pertimbangkan, pasalnya hal ini akan mempengaruhi proses tumbuh anggrek.

Secara umum, anggrek jenis ini bisa tumbuh dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan air laut.

  1. Perhatikan Daun Anggrek
    Saat merawat anggrek, kamu bisa melihat hasilnya melalui tampilan daunnya.

Kalau daun anggrek tersebut berwarna hijau cerah, berarti anggreknya mendapatkan intensitas matahari yang cukup.

Kalau daunnya berwarna hijau tua, berarti intensitas matahari yang didapat kurang memadai atau kurang terpapar sinar matahari.

Sedangkan jika daunnya berwarna kecoklatan, berarti cahaya matahari yang didapat terlalu berlebihan.

  1. Menjaga Kelembapan Anggrek
    Pada umumnya, anggrek lebih suka hidup di tempat yang kering, tapi tetap harus mendapatkan penyiraman yang cukup.

Anggrek bulan sendiri bisa menerima tingkat kelembapan hingga batas maksimal 70%, karena media tanam yang terlalu basah dapat membuat anggrek ini membusuk.

perawatan anggrek bulan
sumber: bibitonline.com

  1. Perhatikan Durasi Penyiraman
    Untuk proses penyiramannya, anggrek ini sebaiknya disiram 2-3 kali sehari ketika cuaca sedang panas.

Teknik penyiraman yang baik untuk anggrek ini adalah langsung menyiramnya ke bagian akar.

  1. Menjaga Sirkulasi Udara
    Saat menanam anggrek, jangan lupa untuk memperhatikan sirkulasi udara.

Dengan kondisi angin yang pas, anggrek ini dapat tumbuh dan mekar dengan baik.

  1. Jauhkan dari Hama
    Tak dapat dipungkiri, setiap tumbuhan selalu rentan terhadap hama yang jelas akan merusak kualitasnya.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya kamu melakukan penyemprotan insektisida dan fungisida satu minggu sekali.

cara merawat anggrek bulan
sumber: bibitonline.com

  1. Jaga Asupan Nutrisi
    Asupan nutrisi anggrek bisa dijaga dengan melakukan pemupukan secara rutin dengan ketentuan pupuk tersebut mengandung kalsium, fosfor, dan kalium.

Pemupukan ini dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali.

Source : 99.co

Monstera

9 Jenis Monstera Yang Paling Populer Di Indonesia.

Monstera merupakan salah satu tanaman yang dikenal dengan tampilannya yang super unik.

Daunnya yang berlubang atau bolong membuat tanaman ini populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah.

Saat ini, terdapat beragam jenis tanaman monstera yang dapat kamu pilih.

Untuk itu, perlu mengetahui apa saja jenis monstera, sehingga kamu tidak salah menentukan pilihan.

Untuk membantumu, berikut ini kami hadirkan beberapa jenis tanaman monstera yang paling populer di Indonesia.

9 Jenis Monstera yang Paling Populer di Indonesia

  1. Monstera Deliciosa

Deliciosa merupakan monstera yang paling sering dijumpai.

Pada permukaan daun ini terdapat lubang yang membentuk jari di bagian pinggirnya.

Ukuran daunnya besar dan hampir menyerupai bentuk hati.

Warna daun dari tanaman monstera deliciosa ini hijau.

Namun, pada monstera yang lebih tua, warna daunnya akan lebih gelap.

Bentuk daunnya yang sangat unik ini dapat membuat tampilan rumah jadi lebih menarik dan terlihat menyegarkan.

Jenis monstera ini dapat hidup di dalam ruangan dengan temperatur suhu 20-30 derajat Celsius.

  1. Monstera Borsigiana.

Borsigiana adalah monstera yang ukurannya tidak terlalu besar.

Bentuk dan model permukaan daunnya sangat mirip dengan monstera deliciosa.

Namun, ukuran borsigiana ternyata lebih kecil.

Selain itu lubang-lubangnya lebih berjarak, sehingga terlihat lebih simpel.

Karena ukurannya yang kecil, batang tanaman monstera jenis ini cenderung lebih lunak, sehingga akan tumbuh secara menjuntai.

Tanaman hias ini cocok untuk menghiasi teras atau balkon rumah dengan cara menggantungkannya.

  1. Monstera Adansonii.
    Sumber: thespruce.com

Monstera adasonii memiliki tampilan yang cukup berbeda dengan monstera lainnya.

Lubang pada daun tanaman ini hanya terdapat di bagian permukaan tengahnya.

Lubang tersebut tidak sampai sobek dan tidak membentuk jari-jari di pinggir daun.

Selain memiliki ukuran daun yang kecil, tanaman ini juga berwarna hijau muda hingga tua yang bergradasi, sehingga terlihat sangat cantik menawan.

Batang tanaman adansonii tidak terlalu kaku, sehingga cocok digunakan sebagai tanaman hias gantung di rumah.

  1. Monstera Variegata
    jenis monstera
    Sumber: blog.leonandgeorge.com/

Saat ini, sangat jarang orang melihat jenis monstera variegate.

Pasalnya monstera yang satu ini sangat unik dan jarang dijual di pasaran.

Kalaupun ada, harga jualnya lebih mahal jika dibandingkan jenis yang umum ditemukan.

Variegata merupakan monstera yang sangat unik karena daunnya terdiri dari warna hijau dan putih kekuningan yang tidak beraturan dan tidak sama antara helai daun satu dengan lainnya.

Sementara itu, ukurannya cenderung lebih kecil dibandingkan dengan monstera deliciosa.

  1. Monstera Siltepecana

Sumber: plantophiles.com

Siltepecana adalah monstera yang tumbuh merambat dan memiliki bentuk daun oval dengan ujung yang mengerucut.

Jenis monstera ini sering juga disebut dengan nama silver monstera karena bagian tengah daunnya yang berwarna perak.

Sementara tulang dan pinggiran daun ini tetap berwarna hijau.

  1. Monstera Obliqua
    jenis monstera
    Sumber: Monstera Obliqua

Obliqua merupakan monstera yang keberadaannya cukup langka.

Tanaman ini memiliki ukuran daun yang kecil dengan motif lubang yang besar di permukaannya.

Selain itu, helai daun obliqua juga lebih tipis jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Tampilannya yang cantik dan mungil membuat tanaman ini cocok diletakkan di atas meja kerja atau meja tamu.

  1. Monstera Dubia
    monstera dubia

Dubia merupakan monstera yang tidak memiliki lubang pada bagian daunnya.

Daun tanaman ini utuh serta ukurannya kecil berbentuk cenderung bundar dan mengerucut pada salah satu ujungnya.

Meski tidak berlubang, jenis monstera ini unik karena memiliki tulang daun yang sangat tampak di permukaannya, sehingga menampilkan motif alami yang indah.

Selain itu, perpaduan warna hijau dan putih dari tanaman ini membuatnya cantik dijadikan sebagai dekorasi rumah.

  1. Monstera Karstenianum
    Monstera Karstenianum
    Sumber: plantophiles.com

Monstera karstenianum atau bisa juga dikenal sebagai monstera Peru sekilas terlihat seperti daun sirih.

Berbeda dengan jenis monstera lainnya, karstenianum tidak memiliki lubang pada bagian daunnya.

Tanaman ini rupanya adalah salah satu tanaman hias unik yang harganya sedikit lebih murah dibandingkan jenis lainnya.

Monstera Peru terbiasa hidup di lingkungan dengan kelembapan tinggi, oleh sebab itu sangat penting untuk rutin menyemprot daunnya secara teratur.

  1. Monstera Acuminata
    acuminata

Acuminata adalah jenis monstera yang tumbuh secara horizontal dan berkecambah di atas tanah.

Saat masih muda daun acuminata memiliki bentuk bundar seperti hati dengan daun tebal dan berukuran kecil.

Sementara pada saat tua, daun acuminata tampak seperti deliciosa.

Tumbuhan rambat ini batang pohonnya dapat tumbuh hingga 20 meter.

Source :99.co

Jenis-jenis aglonema

Aglonema adalah jenis tanaman hias daun yang cukup populer

Tanaman ini terdiri dari 30 species yang tersebar luas termasuk di Nusantara.

12 jenis aglonema yang populer di Indonesia

1. Aglonema bidadari

Aglonema bidadari ini termasuk jenis golongan termahal.

2. Aglonema pride of Sumatra

Jenis tanaman ini merupakan generasi aglonema berwarna merah

3. Aglonema Moonlight

Aglonema ini termasuk jenis terbaik di Nusantara, selain ideal dengan bentuk daun, juga mahal

4. Aglonema adelia

Namanya diambil dari seorang kolektor tanaman hias di Manila bernama Adelia Angeles

5. Aglonema legacy

Ciri unik dari aglonema legacy adalah daunnya dibatasi oleh tulang daun berwarna merah yang lembut.

6. Aglonema Claudia

Jenis ini berasal dari negara Thailand.

7. Aglonema lipstik

Dijuluki tanaman lipstik karena pinggir daunnya berwarna merah layaknya lipstik.

8. Aglonema Widuri

9. Aglonema cinta

Termasuk tanaman hias yang favorit di Indonesia

10. Aglonema red kochin

Juga disebut manee srisuk.jenis ini mempunyai warna lebih merah dengan sentuhan di tepi daunya.

11. Aglonema Tiara.

Jenis ini cukup terkenal karena sering memenangkan lomba pameran kembang skala nasional.

12. Aglonema red ruby

Ruangan rumahmu akan sangat sempurna dengan tambahan aglonema red Bury ini.

Source : gardenet.com

Tanaman hias lidah mertua

tanaman lidah mertua.
Lidah mertua menjadi salah satu tanaman hias yang populer dipelihara orang. Kamu tertarik memelihara lidah mertua? Banyak lo jenis tanaman lidah mertua yang bisa kamu pilih!

Bentuk yang cantik dan warna hijau pada tanaman lidah mertua akan membawa nuansa asri pada halaman rumah dan interior rumah kamu.

Kamu bisa memajang tanaman ini sebagai tanaman hias dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan pot atau menanam langsung di tanah.

Apa pun pilihannya, baik ditanam langsung di tanah atau pun di pot, tanaman lidah mertua tetap akan membuat tampilan rumah kamu lebih impresif kok!

Selain membuat tampilan rumah terlihat cantik, tanaman lidah mertua juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan penghuni rumah.

Hal ini tidak lepas dari kemampuan lidah mertua untuk menyerap racun di dalam ruangan.

Bentuk yang cantik dan kaya manfaat, tentu membuat lidah mertua menjadi tanaman yang menarik untuk dikoleksi bukan?

Nah, untuk kamu yang berencana mengoleksi tanaman lidah mertua, kali ini 99.co Indonesia akan membagikan 11 jenis tanaman lidah mertua yang bisa kamu koleksi di rumah.

Dijamin, rumah kamu bakal lebih cantik dan sehat deh!

11 Jenis Tanaman Lidah Mertua Tercantik untuk Dekorasi Taman Rumah

  1. Sansevieria Trifasciata Laurentii
    Sansevieria Trifasciata Laurentii.

Jenis tanaman lidah mertua ini adalah salah satu jenis yang paling sering dipelihara banyak orang.

Tanaman ini biasa ditanam di halaman bersama dengan bunga kecil dan tanaman pakis.

Tanaman ini memiliki bentuk daun yang keras dan memanjang.

Ciri khas jenis lidah mertua ini adalah warna hijau yang dikombinasikan dengan warna kuning di sisi daunnya.

Karakter khasnya ini membuat sansevieria trifasciata laurentii dianggap memberikan kesan kuat dan berani pada rumah.

  1. Sansevieria Trifasciata
    jenis tanaman lidah mertua Sansevieria Trifasciata.

Sekilas, jenis tanaman lidah mertua ini mirip dengan lidah mertua sansevieria trifasciata laurentii.

Bentuknya seperti daun yang keras dan memanjang.

Perbedaannya terletak pada corak warnanya berupa kombinasi hijau tua dan hijau muda.

Selain itu, lidah mertua sansevieria trifasciata juga cocok di taruh di ruangan yang gelap atau teduh.

  1. Sansevieria Cylindrica
    jenis tanaman lidah mertua Sansevieria Cylindrica.

Tanaman hias lidah mertua ini berbeda dengan dua tanaman sebelumnya.

Jenis tanaman lidah mertua ini memiliki bentuk seperti tabung dengan ujung yang runcing di bagian atas.

Kombinasi warna hijau tua dan hijau muda membuat tanaman ini terlihat cantik.

Lidah mertua sansevieria clyindrica juga terlihat sangat kaku sehingga daunnya akan patah jika ditekukkan.

Jika menanam sansevieria cylindrica, kamu harus lebih bersabar karena pertumbuhannya memerlukan waktu yang cukup lama.

  1. Sansevieria Hahnii
    jenis tanaman lidah mertua Sansevieria Hahnii.

Sansevieria hahnii merupakan salah satu jenis lidah mertua yang bentuknya paling lucu.

Jenis tanaman lidah mertua mini ini memiliki bentuk daun seperti lidah mertua yang lainnya, hanya ukurannya lebih kecil.

Bentuknya yang kecil dan unik ini membuat tanaman ini terlihat anggun.

  1. Sansevieria Stuckyi
    tanaman lidah mertua S Stuckyi
    Tanaman ini sekilas mirip dengan sansevieria clyindrica, karena bentuk yang menyerupai tabung.

Perbedaannya, sansevieria stuckyi memiliki bentuk yang lebih ramping dan tegak.

Tanaman hias lidah mertua ini dapat tumbuh tinggi hingga 2 meter.

Selain itu lidah mertua sansevieria stuckyi dapat mengeluarkan aroma yang wangi.

Jenis tanaman lidah mertua ini ini cocok ditaruh di ruang keluarga atau ruang tamu.

  1. Sansevieria Pinguicula
    Sansevieria Pinguicula.

Ciri khas jenis tanaman lidah mertua ini adalah kombinasi warna daun biru dan hijau.

Tampilan tanaman hias ini semakin cantik dengan warna cokelat kemerahan pada sisi daunnya.

Lidah mertua sansevieria pinguicula juga dapat tumbuh secara cepat.

  1. Sansevieria Kirkii
    Sansevieria Kirkii.

Tanaman hias lidah mertua ini juga memiliki bentuk yang unik karena ukurannnya yang kecil.

Sansevieria kirkii berbentuk seperti bintang dengan daunnya berwarna hijau tua.

Tanaman jenis ini juga dapat mengeluarkan aroma yang wangi.

Kamu juga bisa mendapat beragam jenis lidah mertua di Shopee dan Lazada lo!

  1. Sansevieria Ehrenbergii
    Sansevieria Ehrenbergii.

Ciri khas tanaman lidah mertua ini adalah bentuk yang kecil dan daun yang terlihat sedikit kaku.

Meski begitu, tanaman ini tetap terlihat cantik menjadi penghias rumah.

Tanaman jenis ini sangat cocok ditanam dalam pot kecil dan dipajang di dalam rumah.

  1. Sansevieria Moonshine
    Tanaman lidah mertua mini ini cukup unik karena bentuk daun yang pendek dan melebar.

Selain itu, warna yang lebih terang dibanding lidah mertua lainnya, membuat tanaman hias ini membuat ruangan terasa lebih segar.

Tanaman hias indoor ini cocok ditaruh menjadi pajangan di atas meja kerja.

  1. Sansevieria Gold Flame
    Sansevieria Gold Flame.

Jenis tanaman lidah mertua ini juga cukup unik karena bentuknya yang seperti kobaran api.

Namun tanaman hias ini tetap cantik karena memiliki kombinasi warna yang cerah.

Bagian tepi daunnya berwarna kuning tampak serasi dengan warna hijau tua di bagian tengah daun.

  1. Sansevieria Black Dragon
    lidah mertua black dragon.

Seperti namanya, jenis tanaman lidah mertua mini ini memiliki warna yang cenderung gelap dibanding tanaman hias lidah mertua lainnya.

Meski berwarna gelap, bentuknya daun yang pendek dan melebar akan tetap cantik jika dipajang di meja kerja atau teras rumah.

Manfaat Tanaman Lidah Mertua
Seperti yang telah disebutkan di atas, selain mempercantik tampilan rumah, tanaman lidah mertua juga memiliki segudang manfaat untuk penghuni rumah.

Manfaat tersebut bisa didapat dengan hanya memajang lidah mertua sebagai tanaman hias atau dengan mengolahnya menjadi obat alternatif.

  1. Manfaat Tanaman Lidah Mertua sebagai Tanaman Hias
    Berikut adalah sejumlah manfaat tanaman lidah mertua jika dipajang sebagai tanaman hias:

Menyerap radiasi barang-barang elektronik.
Menyerap polutan racun di udara dan mencegah kanker.
Menyerap karbondioksida yang berlebihan.
Memasok banyak oksigen.
Mampu menyerap bau tidak sedap.

  1. Manfaat Tanaman Lidah Mertua sebagai Tanaman Obat
    Lidah mertua juga ternyata bisa diolah menjadi tanaman obat.

Sebagai tanaman obat, lidah mertua pun memiliki sejumlah manfaat berikut ini:

Mengatasi wasir.
Menurunkan risiko diabetes (olah lidah mertua menjadi air rebusan lidah mertua).
Meredakan sakit kepala (bakar tanaman lidah mertua terlebih dulu sebelum dikonsumsi).
Antiseptik.
Menghaluskan rambut (ambil gel daun lidah mertua lalu oleskan ke rambut).


Itulah 11 jenis tanaman lidah mertua yang dapat mempercantik tampilan interior dan eksterior rumah.

Semoga artikel ini menginspirasi kamu dalam memilih tanaman hias sebagai dekorasi untuk mempercantik rumah.

Source : Instagram post

Sobo sawah buruh tandur

Sobo sawah

Tandur

Kerja-kerja Petani

Ajakan menanam sayur demi cita-cita luhur, ketahanan pangan di kala pandemi, menarik juga rupaya. Kebetulan ada sedikit tanah nganggur di sawah dan berangkatlah aku ke sawah. Segera rumput dibersihkan kemudian cangkul diayunkan, dan ooohh ternyata berat juga ya mencangkul. Belum sampai setengah jam pergelangan tangan pegal-pegal, sementara lengan keju-keju. Tentu ini juga karena aku belum terbiasa. Tetapi bahkan untuk mereka yang terbiasa, kerja demikian sepertinya tetap bukanlah kerja yang ringan. Apalagi jika ingat seberapa hasil yang didapatkan. Belum lagi jika gagal panen, yang juga menjadi ancaman.

Dari sesorean mencangkul di sawah, aku juga belajar, melihat secara langsung kerja-kerja yang dilakukan petani, selain mencangkul seperti yang saya coba lakukan tentunya.

Di sisi selatan tempatku mencangkul, nampak pakdeku sedang menaburkan pupuk urea ke tanaman padinya. Menggunakan ember yang dijinjing, pakde berkeliling sawah menaburkan pupuk secara merata. Sebelum memberikan pupuk, pakde terlebih dahulu mencabuti rumput yang ada di sawahnya, “matun” orang sini menyebutnya. Mengelilingi sawah membungkuk menjumputi rumput. Melihat dan membayangkannya saja aku ikut keju, hehehe.

Selesai “matun” pakde menyulami. Menambal padi yang tidak tumbuh dengan baik dengan menanaminya dengan yang baru. Ya, tidak semua padi tumbuh dengan baik, ada daerah yang bolong-bolong dimana padi tidak tumbuh secara baik, daerah yang aliran airnya lumayan deras biasanya. Padi di tempat-tempat inilah yang perlu disulami.

Sementara di sisi yang lain ada seorang ibu, aku tak tahu namanya, tapi anaknya adalah teman sekolahku di SD dulu. Ia sedang “tunggu manuk” (menunggu burung), tentu istilah yang lebih pas adalah menunggu padi, tapi orang lumrah menyebutnya seperti itu. Ia berkeliling menghalau burung yang datang hinggap di padinya. Di sawahnya juga dipasang bambu-bambu dengan bendera plastik juga untuk menakut-nakuti burung yang mau memakan padinya. Ada masanya dahulu, alat untuk menghalau burung tak cukup hanya bendera seperti itu. Tetapi masih ditambah dengan kaleng-kaleng bekas susu. Kaleng-kaleng diisi batu, diikat dengan tali direnteng sepanjang sawah. Di salah satu ujung sawah ada gubug tempat orang berteduh, juga menunggu padinya. Orang tinggal menarik ujung tali yang berisi rentengan kaleng tadi saat banyak burung yang datang mau hinggap. Burung-burung pun terkaget dan terbang ke lain tempat.

Di sisi yang sama dengan si ibu tapi dengan jarak yang lebih jauh, nampak Pak Yarto, ia tetanggaku, tengah membuat pinihan, tempat benih padi ditumbuhkan. Tanah dicangkul digemburkan dengan air yang lumayan. Kemudian diratakan. Itu disiapkan untuk benih padi yang hendak ditanam.

Itu tadi beberapa kerja petani yang kulihat selama sesorean di sawah. Jika diurutkan maka akan demikian. Mulai dari menyiapkan tempat pembenihan, membersihkan dari rerumputan, menambal padi yang bolong, memberikan pupuk, hingga menjaganya dari burung-burung. Ada kerja-kerja semacam itu dan masih ditambah kerja-kerja lainnya di balik nasi yang kita makan setiap hari. Waktu sudah menjelang petang, aku kemudian pulang.

Intel wedus

Wit witan

Tanam saja dulu selanjutnya tinggal tawakal

Intel/ kotoran wedus

Untuk sekedar menjalani hobi berkebun dilahan sempit, tentu tidak harus menguasai ilmu pertanian atau tentang bercocok tanam tinggi mendalam.

Yang diperlukan adalah setelah tanah steril dari rerumputan maka diaduk dengan tanah pupuk.

Monstera

Selain menyehatkan bercocok tanam juga menyenangkan, bahkan menghasilkan.

Seng penting hepi,. dapat juga menghilangka stress,. koyo Karo sopo wae.

SOBONDESO

WIT-WITAN

Mbangane nganggur

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai