(BAGIAN 3)
CARA PEMUPUKAN
Pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa cara, pada umumnya dengan cara di tabur di atas media, ditimbun dalam media tanam, ditampung dalam netpot, disiramkan ke media tanam atau disemprotkan langsung ke bagian tanaman (pupuk cair).
Masing masing cara pemupukan tersebut memiliki alasan masing masing.
- Pupuk Padat.
Biasanya pupuk padat diaplikasikan dengan cara ditabur di atas permukaan media tanam, dicampurkan dengan menimbun ke dalam media tanam ataupun ditampung dalam sebuah netpot.
Untuk pupuk padat yang berupa media tanam hasil pengolahan limbah organik, tentunya pupik sudah tercampur merata dengan media tanam. Sedangkan pupuk butiran, biasanya dilakukan dengan menimbun ataupun menaburkannya di atas media tanam. Pilihannya dengan asumsi bahwa akar memiliki mekanisme pencarian sumber makanan dengan berusaha tumbuh mengikuti lokasi dimana terdapat makanan/unsur hara. Inilah alasan, kenapa dianjurkan memupuk dengan memberi jarak tertentu di sekeliling batang utama. Agar akar tumbuh menyebar seiring usahanya mencari makanan di dalam tanah. Sedangkan alasan menampung dalam wadah Netpot, adalah agar pupuk tidak langsung larut dan hanyut terbawa air ketika proses penyiraman. Biasanya diterapkan pada jenis pupuk padat butiran yang bersifat fast release agar berubah menjadi slow release (proses pelepasan unsur hara secara perlahan dan bertahap). - Pupuk cair.
Untuk jenis pupuk berupa cairan, pengaplikasian dilakukan dengan menyiramkan langsung pada media tanam atau dengan menyemprotkan ke seluruh bagian tanaman, terutama bagian bawah daun dimana terdapat stomata atau mulut daun.