Arsip Kategori: Bisnis

Manfaat Jeruk lemon

Manfaat jeruk lemon –

Penting diketahui, ada banyak manfaat jeruk lemon jika dibuat air lemon hangat di pagi hari, termasuk untuk menyegarkan napas.

Buah berwarna kuning segar ini, selain kaya akan vitamin C juga mengandung banyak zat kimia alami, seperti polifenol, flavonoid, terpenoid, dan karotenoid, yang sangat baik untuk kesehatan.

Rahasia pentingnya : Pagi hari
Manfaat air lemon hangat dipagi hari tentunya banyak selain menyegarkan napas, ada banyak manfaat lain dari air lemon hangat yang bisa dirasakan setelah meminumnya di pagi hari, yaitu :

1. Mencegah penyakit batu ginjal

Manfaat Jeruk Lemon – Asam sitrat diyakini dapat mencegah batu ginjal, dan air lemon selain kandungan vitamin C air lemon mengandung asam sitrat. Konsumsi air lemon juga bisa mencegah dehidrasi yang menjadi penyebab umum terbentuknya batu ginjal.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Air Lemon hangat di pagi hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Dikarenakan lemon sangat kaya kandungan antioksidan, lalu vitamin C dan bioflavonoid, yang mampu menangkal radiasi bebas. Terutama dengan kondisi ekstream akhir-akhir ini.

3.menurunkan berat badan

Manfaat Jeruk Lemon – Air lemon mengandung zat polifenol yang dapat membantu menurunkan berat badan. Bagi Anda yang merasa berlebihan berat badan, mari kita peduli kesehatan dengan memasukan menu minuman air lemon pada aktifitas sehari-hari kita.

4. Mencegah terjadinya sembelit

Bangun tidur dipagi hari lalu meminum air lemon hangat dapat membantu melancarkan pencernaan, sehingga mencegah sembelit. Menurut penelitian rasa asam pada lemon mampu meningkatkan kinerja sistem pencernaan.

5. mencegah penyakit stroke

Vitamin C yang tinggi pada lemon dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit stroke, serta mengatasi tekanan darah tinggi dan rendah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai hal ini.

Manfaat Jeruk Lemon –

Jangan Lupa Peraturan Penting :
Di balik beragam manfaat air lemon hangat untuk kesehatan, ada potensi efek samping yang harus diwaspadai. Lemon mengandung asam sitrat yang dapat mengikis enamel gigi, sehingga disarankan untuk menggunakan sedotan saat minum air lemon dan berkumur dengan air putih setelahnya untuk membilas asam yang menempel pada permukaan gigi.

Selain itu, asam sitrat di dalam lemon juga dapat menimbulkan keluhan nyeri ulu hati atau heartburn pada sebagian orang. Bila Anda termasuk salah satu orang yang mengalami hal ini, sebaiknya hindari mengonsumsi air lemon hangat sebelum makan.

Ada berbagai manfaat air lemon hangat di pagi hari yang sayang untuk dilewatkan. Namun untuk menghindari efek sampingnya, ikuti panduan di atas sewaktu mengonsumsi air lemon. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda mengenai cara mengonsumsi air lemon yang dianjurkan.

Ide menanam di lahan sempit

Lima Ide Bertanam di Lahan Sempit

Memiliki lahan pekarangan rumah yang sempit bukan berarti tidak dapat melakukan penanaman sama sekali. Justru dengan lahan yang sempit, kita dapat memaksimalkan potensi yang ada dengan berbagai kreativitas cara penanaman.

Menanam dengan menggunakan pot atau polybag mungkin adalah hal yang sudah umum dilakukan. Namun bagaimana dengan penataannya agar lahan yang sempit dapat tetap terlihat indah meskipun ada tanaman di dalamnya. Ada beberapa alternative budidaya tanaman yang bahkan dikombinasikan dengan budidaya ikan untuk lahan yang sempit. Diharapkan melalui sistem budidaya ini, permasalahan menanam pada lahan sempit dapat teratasi.

Berikut adalah beberapa teknologi alternatif untuk menanam di lahan sempit:

1. Teknologi hidroponik


  1. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman yang mengandalkan air sebagai pelarut nutrisi. Sistem ini tidak menggunakan tanah sebagai tegakan, tetapi menggunakan media lain seperti stereofoam, rockwool, pasir dan zeolit. Keuntungan menggunakan teknologi hidroponik diantaranya adalah produktivitas lebih tinggi, tanaman lebih terhindar dari hama penyakit, nutrisi bagi tanaman terjamin karena tersedia secara kontinyu.

Untuk merakit hidroponik ini tidak selalu membutuhkan biaya yang mahal meskipun lebih banyak digemari oleh kalangan hobiis. Beberapa tanaman yang dapat menggunakan sistem ini diantaranya adalah tanaman sayuran, bunga, buah dan tanaman obat keluarga dengan tipe hidroponik yang berbeda.

Untuk penerapan di lahan sempit, pengguna dapat menyesuaikan jenisnya karena hidroponik memiliki berbagai macam jenis yang dapat disesuaikan dengan lokasi dan juga budget pembangunan. Berikut ini adalah berbagai macam tipe hidroponik:

Hidroponik Tipe Nutrient Film Technique (NFT)

Air yang telah dicampur dengan nutrisi dialirkan langsung ke akar secara terus-menerus dengan menggunakan sirkulator. Istilah film merujuk pada aliran air yang ukurannya sangat tipis yaitu 5 mm. Tujuannya adalah untuk menghemat penggunaan air dalam budidaya. Ada dua jenis hidroponik NFT yang dapat diaplikasikan di pekarangan yang sempit yaitu hidroponik NFT tipe vertikal dan horizontal.

Hidroponik Tipe Deep Flow Technique (DFT)

Sistem ini merupakan modifikasi dari system NFT, hanya saja memiliki kelebihan dalam aliran air yang lebih tebal sehingga pipa tanaman tidak langsung kering pada saat listrik padam. Air yang berisi nutrisi juga dialirkan menggunakan sirkulator secara terus menerus.

Hidroponik Sistem Terapung

Tanaman dibudayakan secara terapung sehingga akar langsung menyerap air yang telah bercampur dengan nutrisi. Bak penampung sedalam 20 cm membuat akar leluasa tumbuh dan menyerap unsur hara dalam air sehingga perakaran menjadi sehat. Sistem ini menggunakan injeksi udara melalui aerator.

2. Teknologi vertiminaponik


  1. Kementerian Pertanian telah memperkenalkan teknologi budidaya sayuran sekaligus budidaya ikan (aquaponik). Sistem ini dinamakan dengan Vertiminaponik yang merupakan kombinasi antara sistem budidaya sayuran secara vertical berbasis pot talang plastik dengan aquaponik.

Media tanam yang digunakan berupa batu zeolit dan kompos. Cara kerja Vertiminaponik adalah dengan mengalirkan air secara terus menerus menggunakan pompa akuarium dari bak pemeliharaan ikan sebagai penyiraman dan suplai hara tanaman. Keunggulan cara ini adalah menghasilkan tanaman serta ternak ikan yang ramah lingkungan dan bebas bahan kimia.

3. Teknologi wolkaponik


  1. Sistem budidaya yang mengintegrasikan antara tanaman dengan aquaponik lainnya adalah teknologi Wolkaponik. Teknologi ini merupakan gabungan dari budidaya tanaman secara wall gardening dengan budidaya ikan.

Bedanya dengan vertiminaponik hanya pada penyusunan dan banyaknya wadah untuk menanam. Pada Wolkaponik, wadah yang digunakan lebih banyak dan tersusun secara bertingkat ke atas. Wolkaponik bisa didesign dengan menggunakan pot, talang atau pipa paralon.

4. Teknologi wall gardening


  1. Prinsip kerja dari teknologi ini adalah dengan memanfaatkan tembok atau dinding yang kosong sebagai lokasi penanaman dengan menggunakan terpal, paralon, pot, karrpet, atau wadah lain secara vertical.nemplek tembok boso jawane

Apabila ingin memadukan antara penghijauan dengan meminimalisir jumlah sampah botol plastik, maka dapat melakukan penanaman wall gardening dengan menggunakan wadah botol plastik yang diatur sedemikian rupa berbentuk vertikal.

5. Teknologi vertikultur


  1. Vertikultur merupakan salah satu cara penanaman yang sekarang telah banyak dilakukan oleh sebagian rumah tangga lahan sempit. Cara budidaya tanamannya juga cukup mudah yaitu dengan menggunakan wadah yang disusun secara bertingkat. Umumnya teknologi ini menggunakan talang yang disusun secara bertingkat. Namun ada juga yang menggunakan bambu atau wadah-wadah bekas yang susunannya juga bertingkat ke atas.

Dengan beberapa alternatif sistem penanaman di atas, diharapkan tidak ada halangan lagi bagi siapapun yang ingin tetap menanam di lahan sempit. Cukup dengan menyesuaikan beberapa alternatif penanaman di atas, maka lahan yang sempit dapat menjadi hijau dan memiliki nilai yang estetis.

Penulis : Evrina Budiastuti, SP

Penyuluh Pertanian Muda BPP Drama

Menanam jeruk nipis tabulampot

Bertanam Jeruk Nipis Dalam Pot
.
Jeruk nipis merupakan salah satu jenis jeruk yang sudah biasa digunakan di masyarakat dalam hal apapun. Misalnya untuk menghilangkan bau amis pada masakan, untuk mengobati penyakit, bahkan dapat juga dimanfaatkan untuk alternatif kecantikan. Begitu banyak manfaat yang dapat diperoleh dari jeruk nipis, hingga hampir setiap hari begitu banyak permintaan jeruk nipis di pasaran. Cara menanam jeruk nipis di pot menggunakan biji adalah dengan mengambil biji jeruk nipis dari buahnya, pengeringan biji, penyemaian biji, dan pemeliharaan tanaman jeruk nipis.

Jeruk nipis menjadi sangat populer dengan kemampuannya yang merangkap sebagai bumbu dapur sekaligus obat tradisional.

Untuk mengatasi kebutuhan jeruk nipis di rumah, masyarakat di Lubuk Sikpaing yang merupakan ibukota dari Kabupaten Pasaman mengembangbiakkan sendiri buah jeruk nipis dengan menanamnya di pot secara generatif. Secara generatif artinya dimaksudkan dengan melakukan penanaman menggunakan biji jeruk nipis. Pada dasarnya, budidaya jeruk nipis dapat dilakukan menggunakan dua metode, yakni metode vegetatif dan metode generatif. Metode vegetatif umumnya dilakukan dengan cara stek atau cangkok batang dan metode generatif dengan menggunakan biji.

Dalam hal ini, akan dibahas secara khusus cara mengembangbiakkan jeruk nipis dengan metode generatif. Metode ini cukup mudah, karena dapat dilakukan dengan media tanam berupa pot atau polybag saja. Tidak perlu menggunakan lahan yang terlalu luas. Panduan menanam jeruk nipis dalam pot secara generatif adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan

Buah jeruk nipis matang

  1. Pot dengan kedalaman minimal 30 cm
  2. Tanah kebun
  3. Pupuk kompos
  4. Pupuk kandang
  5. Pecahan genteng
  6. Lilin
  7. Gunting
  8. Pisau
    Langkah-langkah

Belah buah jeruk nipis menjadi dua atau empat bagian. Ketika pembelahan harus berhati-hati agar biji jeruk nipis tidak tergores pisau atau bahkan ikut terbelah.

Ambil biji jeruk nipis tersebut dan simpan di tempat yang sejuk dan kering. Diamkan selama kurang lebih 3-4 hari hingga benar-benar kering dan lapisan lender di permukaan biji menghilang.

Anda dapat menyesuaikan jumlah biji yang akan ditanam dengan jumlah pot yang akan digunakan. Untuk satu pot dengan kedalaman 30 cm, kurang lebih biji jeruk nipis yang ditanam adalah 3 buah.

Selagi menunggu proses pengeringan biji jeruk nipis, anda dapat menyiapkan media tanam terlebih dahulu yaitu campuran tanah dengan pupuk kompos. Campurkan kedua media tersebut dengan perbandingan 3:1 (3 tanah : 1 pupuk kompos), sambil dicangkul-cangkul agar tanah tidak membentuk bongkahan dan menjadi lebih gembur.

Setelah media tanam siap, letakkan media tanam tersebut ke dalam pot yang kedalamnnya sekitar 30 cm. Namun, pengisiannya tidak dibuat penuh, melainkan hanya diisi setengahnya saja.

Jangan lupa untuk meletakkan alas berupa pecahan genteng agar media tanam tidak mudah hanyut saat proses penyiraman.

Letakkan pupuk kandang di atas media tanam tersebut dengan ketebalan sekitar 3-5 cm. Biarkan pupuk kandang tersebut tetap berada terpisah di atas media tanam, dan jangan dicampur.

Dalam hal penggunaan pupuk, ada baiknya jika anda menggunakan pupuk kompos maupun pupuk kandang alami, bukan pupuk buatan. Karena jeruk nipis ini akan anda konsumsi sendiri di rumah bersama anggota keluarga lainnya. Jadi sebaiknya lebih dijaga dari bahan-bahan kimia yang sifatnya berbahaya.

Selanjutnya, masukkan kembali media tanam berupa campuran tanah dan kompos di atas pupuk kandang. Biarkan saja ketiga lapisan tersebut tetap terpisah, tidak perlu diaduk dan dipadatkan. Sebaiknya tekstur tanah tetap dibiarkan gembur.

Setelah 3 hari proses pengeringan biji berlalu, anda dapat mulai melakukan penyemaian biji jeruk nipis.

Buatlah 3 lubang dengan kedalaman sekitar 3-5 cm menggunakan tongkat kayu atau menggunakan jari tangan. Masukkan biji jeruk nipis ke dalam lubang tersebut. Satu lubang sebaiknya diisi satu biji jeruk nipis saja. Dan sebaiknya, dalam satu pot dibuat tiga lubang saja. Jadi dalam satu pot maksimal ada tiga biji yang ditanam. Hal ini dilakukan agar saat dewasa nanti, tanaman-tanaman jeruk nipis tersebut dapat tumbuh dengan baik dan tidak berebut nutrisi karena lahan yang terlalu sempit.

Selama proses penyemaian berlangsung, sebaiknya pot diletakkan di tempat yang cukup terkena paparan cahaya matahari, namun terlindung dari air hujan. Seperti misalnya di teras rumah atau di dekat jendela.

Setelah bibit jeruk nipis yang disemai berusia 5 bulan dan memiliki ketinggian tanaman sekitar 20-25 cm, maka pot dapat dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka dan terkena cahaya matahari langsung.

Perawatan tanaman jeruk nipis ini dilakukan dengan menyiraminya minimal satu kali sehari, tergantung kondisi tanah dalam pot. Jika dengan melakukan penyiraman satu kali sehari sudah membuat tanah dalam pot cukup lembab, jangan lakukan penyiraman lebih dari satu kali sehari. Karena terlalu banyak penyiraman justru akan membuat tanah dan tanaman jeruk nipis lebih cepat busuk.

Perawatan yang lain dapat juga dilakukan dengan melakukan pemangkasan secara rutin, terutama jika ada ranting yang terkena hama atau penyakit. Setelah dipangkas atau dipotong, bekas pemotongan pada cabang ranting ditutup dengan cairan lilin agar mencegah masuknya penyakit.

Lakukan perawatan tersebut secara rutin jika menginginkan hasil panen jeruk nipis dapat berbuah lebat dan sehat. Kurang lebih diperlukan waktu selama 8 bulan untuk merawat tanaman jeruk nipis hingga matang dan telah siap untuk dipanen.

Jeruk nipis yang ditanam di dalam pot atau polybag akan berbuah seperti jeruk nipis yang ditanam di tanah secara langsung. Saat buahnya sudah banyak dan matang, bisa dilakukan pemetikan sendiri dan memanfaatkannya langsung untuk bumbu masakan, dijadikan obat, atau diracik menjadi ramuan kecantikan.