Menanam jeruk nipis tabulampot

Bertanam Jeruk Nipis Dalam Pot
.
Jeruk nipis merupakan salah satu jenis jeruk yang sudah biasa digunakan di masyarakat dalam hal apapun. Misalnya untuk menghilangkan bau amis pada masakan, untuk mengobati penyakit, bahkan dapat juga dimanfaatkan untuk alternatif kecantikan. Begitu banyak manfaat yang dapat diperoleh dari jeruk nipis, hingga hampir setiap hari begitu banyak permintaan jeruk nipis di pasaran. Cara menanam jeruk nipis di pot menggunakan biji adalah dengan mengambil biji jeruk nipis dari buahnya, pengeringan biji, penyemaian biji, dan pemeliharaan tanaman jeruk nipis.

Jeruk nipis menjadi sangat populer dengan kemampuannya yang merangkap sebagai bumbu dapur sekaligus obat tradisional.

Untuk mengatasi kebutuhan jeruk nipis di rumah, masyarakat di Lubuk Sikpaing yang merupakan ibukota dari Kabupaten Pasaman mengembangbiakkan sendiri buah jeruk nipis dengan menanamnya di pot secara generatif. Secara generatif artinya dimaksudkan dengan melakukan penanaman menggunakan biji jeruk nipis. Pada dasarnya, budidaya jeruk nipis dapat dilakukan menggunakan dua metode, yakni metode vegetatif dan metode generatif. Metode vegetatif umumnya dilakukan dengan cara stek atau cangkok batang dan metode generatif dengan menggunakan biji.

Dalam hal ini, akan dibahas secara khusus cara mengembangbiakkan jeruk nipis dengan metode generatif. Metode ini cukup mudah, karena dapat dilakukan dengan media tanam berupa pot atau polybag saja. Tidak perlu menggunakan lahan yang terlalu luas. Panduan menanam jeruk nipis dalam pot secara generatif adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan

Buah jeruk nipis matang

  1. Pot dengan kedalaman minimal 30 cm
  2. Tanah kebun
  3. Pupuk kompos
  4. Pupuk kandang
  5. Pecahan genteng
  6. Lilin
  7. Gunting
  8. Pisau
    Langkah-langkah

Belah buah jeruk nipis menjadi dua atau empat bagian. Ketika pembelahan harus berhati-hati agar biji jeruk nipis tidak tergores pisau atau bahkan ikut terbelah.

Ambil biji jeruk nipis tersebut dan simpan di tempat yang sejuk dan kering. Diamkan selama kurang lebih 3-4 hari hingga benar-benar kering dan lapisan lender di permukaan biji menghilang.

Anda dapat menyesuaikan jumlah biji yang akan ditanam dengan jumlah pot yang akan digunakan. Untuk satu pot dengan kedalaman 30 cm, kurang lebih biji jeruk nipis yang ditanam adalah 3 buah.

Selagi menunggu proses pengeringan biji jeruk nipis, anda dapat menyiapkan media tanam terlebih dahulu yaitu campuran tanah dengan pupuk kompos. Campurkan kedua media tersebut dengan perbandingan 3:1 (3 tanah : 1 pupuk kompos), sambil dicangkul-cangkul agar tanah tidak membentuk bongkahan dan menjadi lebih gembur.

Setelah media tanam siap, letakkan media tanam tersebut ke dalam pot yang kedalamnnya sekitar 30 cm. Namun, pengisiannya tidak dibuat penuh, melainkan hanya diisi setengahnya saja.

Jangan lupa untuk meletakkan alas berupa pecahan genteng agar media tanam tidak mudah hanyut saat proses penyiraman.

Letakkan pupuk kandang di atas media tanam tersebut dengan ketebalan sekitar 3-5 cm. Biarkan pupuk kandang tersebut tetap berada terpisah di atas media tanam, dan jangan dicampur.

Dalam hal penggunaan pupuk, ada baiknya jika anda menggunakan pupuk kompos maupun pupuk kandang alami, bukan pupuk buatan. Karena jeruk nipis ini akan anda konsumsi sendiri di rumah bersama anggota keluarga lainnya. Jadi sebaiknya lebih dijaga dari bahan-bahan kimia yang sifatnya berbahaya.

Selanjutnya, masukkan kembali media tanam berupa campuran tanah dan kompos di atas pupuk kandang. Biarkan saja ketiga lapisan tersebut tetap terpisah, tidak perlu diaduk dan dipadatkan. Sebaiknya tekstur tanah tetap dibiarkan gembur.

Setelah 3 hari proses pengeringan biji berlalu, anda dapat mulai melakukan penyemaian biji jeruk nipis.

Buatlah 3 lubang dengan kedalaman sekitar 3-5 cm menggunakan tongkat kayu atau menggunakan jari tangan. Masukkan biji jeruk nipis ke dalam lubang tersebut. Satu lubang sebaiknya diisi satu biji jeruk nipis saja. Dan sebaiknya, dalam satu pot dibuat tiga lubang saja. Jadi dalam satu pot maksimal ada tiga biji yang ditanam. Hal ini dilakukan agar saat dewasa nanti, tanaman-tanaman jeruk nipis tersebut dapat tumbuh dengan baik dan tidak berebut nutrisi karena lahan yang terlalu sempit.

Selama proses penyemaian berlangsung, sebaiknya pot diletakkan di tempat yang cukup terkena paparan cahaya matahari, namun terlindung dari air hujan. Seperti misalnya di teras rumah atau di dekat jendela.

Setelah bibit jeruk nipis yang disemai berusia 5 bulan dan memiliki ketinggian tanaman sekitar 20-25 cm, maka pot dapat dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka dan terkena cahaya matahari langsung.

Perawatan tanaman jeruk nipis ini dilakukan dengan menyiraminya minimal satu kali sehari, tergantung kondisi tanah dalam pot. Jika dengan melakukan penyiraman satu kali sehari sudah membuat tanah dalam pot cukup lembab, jangan lakukan penyiraman lebih dari satu kali sehari. Karena terlalu banyak penyiraman justru akan membuat tanah dan tanaman jeruk nipis lebih cepat busuk.

Perawatan yang lain dapat juga dilakukan dengan melakukan pemangkasan secara rutin, terutama jika ada ranting yang terkena hama atau penyakit. Setelah dipangkas atau dipotong, bekas pemotongan pada cabang ranting ditutup dengan cairan lilin agar mencegah masuknya penyakit.

Lakukan perawatan tersebut secara rutin jika menginginkan hasil panen jeruk nipis dapat berbuah lebat dan sehat. Kurang lebih diperlukan waktu selama 8 bulan untuk merawat tanaman jeruk nipis hingga matang dan telah siap untuk dipanen.

Jeruk nipis yang ditanam di dalam pot atau polybag akan berbuah seperti jeruk nipis yang ditanam di tanah secara langsung. Saat buahnya sudah banyak dan matang, bisa dilakukan pemetikan sendiri dan memanfaatkannya langsung untuk bumbu masakan, dijadikan obat, atau diracik menjadi ramuan kecantikan.

Tinggalkan komentar